Gown medis menjadi salah satu alat pelindung diri utama yang digunakan tenaga medis di ruang operasi maupun ruang perawatan untuk mencegah kontaminasi silang antara petugas dan pasien.
Terdapat beberapa jenis gown medis yang umum digunakan di rumah sakit, di antaranya surgical gown anti bacterial, surgical gown anti blood stain, dan patient gown, ketiganya memiliki fungsi dan tingkat perlindungan yang berbeda sesuai area penggunaannya.
Pemilihan gown medis perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap departemen dan standar rumah sakit, berikut merupakan 5 hal yang perlu diperhatikan tim procurement saat melakukan pengadaan gown medis untuk fasilitas kesehatan.
1. Kenali Jenis Gown Medis yang Dibutuhkan
Sumber : Gown Medis Rumah Sakit Anti Bakteri
Gown medis hadir dalam beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda sesuai area penggunaannya di rumah sakit.
Surgical gown digunakan tenaga medis saat prosedur operasi untuk menjaga sterilitas ruang operasi sekaligus melindungi pemakainya dari cairan tubuh pasien. Jas operasi full barrier memiliki tingkat perlindungan lebih tinggi dan umumnya digunakan di ruang dengan risiko kontaminasi cairan yang lebih besar. Sementara patient gown adalah pakaian yang dikenakan pasien selama masa perawatan, dengan desain yang mengutamakan kemudahan akses bagi tenaga medis.
Setiap departemen di rumah sakit memiliki kebutuhan jenis gown yang berbeda, sehingga penting bagi tim procurement memahami fungsi masing-masing sebelum menentukan jumlah pemesanan.
2. Perhatikan Standar Perlindungan Bahan

Sumber : Detail Jas Operasi Rumah Sakit Boogie Apparel
Standar bahan pada gown medis menentukan seberapa besar perlindungan yang diberikan kepada penggunanya.
Anti bacterial merupakan bahan dengan perlakuan khusus untuk menghambat pertumbuhan bakteri, cocok digunakan pada jas operasi standar dan area dengan risiko sedang. Anti blood stain adalah bahan yang tahan terhadap penetrasi cairan dan noda darah, umumnya digunakan di ruang operasi, UGD, dan area dengan prosedur invasif lainnya.
Kedua standar bahan ini dapat disesuaikan dengan SOP masing-masing departemen di rumah sakit.
3. Pastikan Vendor Memiliki Surat Keterangan Produksi

Surat Keterangan Produksi Boogie Apparel
Pengadaan gown medis di institusi kesehatan umumnya mensyaratkan kelengkapan dokumen legalitas dari produsen, salah satunya Surat Keterangan Produksi (SKP).
SKP menjadi bukti bahwa produk diproduksi di fasilitas yang telah memenuhi standar dan terverifikasi oleh instansi terkait. Dokumen ini juga menjadi salah satu kelengkapan yang dibutuhkan dalam proses audit internal maupun akreditasi rumah sakit.
4. Evaluasi Kemudahan Perawatan dan Daya Tahan

Gown medis reusable perlu mampu bertahan melalui proses pencucian dan sterilisasi berulang tanpa mengalami penurunan kualitas.
Sebelum melakukan pemesanan dalam jumlah besar, uji coba pada sampel produk dapat membantu memastikan bahan tetap mempertahankan bentuk, warna, dan fungsi perlindungannya setelah beberapa kali proses pencucian.
5. Pilih Vendor yang Membuka Akses Verifikasi

Dokumentasi Kunjungan Boogie Apparel – Columbia Asia
Kemampuan memverifikasi kualitas produk secara langsung menjadi pertimbangan penting dalam pengadaan gown medis skala besar.
Vendor yang membuka akses customer visit memungkinkan tim procurement melihat produk secara langsung, sementara factory visit memberikan gambaran menyeluruh mengenai standar fasilitas produksi. Layanan sampel turut menjadi indikator profesionalisme vendor sebelum pemesanan massal dilakukan.

Customer Visit Boogie Apparel














