Menjelang awal tahun, banyak perusahaan mulai menyiapkan berbagai langkah penyegaran untuk tahun mendatang. Ini bisa berupa strategi bisnis, penyusunan target, maupun elemen visual seperti seragam kerja baru.
Tampilan baru di tahun baru akan menunjukkan kesan bahwa perusahaan siap menyambut awal tahun dengan semangat baru dan energi yang lebih positif. Dalam artikel ini, kami akan membagikan panduan praktis bagi HR atau GA dalam memilih seragam kerja yang sesuai dengan aktivitas di awal tahun.
1. Tentukan Fungsi Seragam Kerja

Sumber : Halaman Seragam Kerja
Ini adalah hal yang paling mendasar dalam proses pemilihan seragam kerja. Anda perlu menetapkan apakah seragam itu bernuansa formal atau casual, atau apakah itu akan digunakan untuk indoor atau outdoor. Hal ini akan berkorelasi dengan jenis bahan yang digunakan dan fitur yang mungkin diperlukan.
Untuk seragam formal, prioritasnya adalah bahan yang rapi, tidak mudah kusut, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Untuk seragam casual, kenyamanan dan tampilan harus jadi pertimbangan utama.
Sementara, untuk seragam kerja lapangan (outdoor), Anda harus memprioritaskan bahan yang kuat dan tahan lama. Seragam ini juga harus nyaman untuk mobilitas tinggi dan cuaca yang mungkin tidak menentu, misalnya musim hujan di awal tahun.
Baca Juga : Baju Seragam Kerja: Fungsi, Jenis, Bahan, dan Tips Memilihnya
2. Pilih Material yang Tepat

Sumber : Product Kemeja
Setelah menentukan fungsi seragam, akan lebih mudah untuk memilih bahan yang diperlukan. Berikut panduan bahan sesuai fungsi seragam:
1. Seragam Indoor
- Katun: Sangat nyaman, lembut, dan menyerap keringat dengan baik.
- Drill: Agak tebal namun formal, memberikan tampilan rapi dan profesional, nyaman dipakai, dan tahan lama
- Twill: Bahannya tidak mudah kusut. Sangat cocok untuk pakaian dinas harian (PDH).
- Polycotton: Bahan ini juga tidak mudah kusut, adem dan nyaman dipakai sepanjang hari.
2. Seragam Outdoor
- American/Japan Drill: Kuat, tebal, tahan lama, cocok untuk aktivitas berat.
- Ripstop: Tahan sobek, ringan, cocok untuk kegiatan ekstrem.
- Polyester: Bahannya tidak mudah kusut, tidak menyerap banyak air, dan cepat kering.
- Jersey: Tidak gampang lecek dan nyaman digunakan seharian.
3. Seragam Casual/Acara Tim
- Cotton Combed: Sangat lembut, adem, dan fleksibel.
- Jaket Hoodie: Nyaman, dan memberikan kehangatan. Cocok untuk suasana santai, kegiatan outdoor ringan, atau seragam gathering. Ini juga ideal untuk cuaca dingin atau berangin di awal tahun.
- Jaket Bomber: Memberikan kesan stylish dan modern, serta ideal untuk memberikan kehangatan di awal tahun yang sering hujan dan dingin.
3. Pilih Warna yang Mewakili Identitas Perusahaan
Seragam bukan hanya pakaian, melainkan alat branding visual yang berjalan. Jadi, pastikan Anda memilih warna seragam yang sejalan dengan identitas perusahaan.
Caranya bisa dengan menyesuaikan warna seragam kerja dengan warna logo perusahaan. Jika logo perusahaan Anda didominasi oleh biru dan merah, maka Anda bisa jadikan salah satu warna sebagai warna dasar seragam, dan warna lainnya sebagai warna kombinasi/aksen. Misalnya biru sebagai warna dasar dan strip merah pada kerah dan manset.
Anda juga bisa menggunakan warna netral seperti abu-abu dan putih sebagai warna dasar, lalu masukkan warna brand Anda sebagai aksen. Agar terkesan lebih profesional, masukkan elemen penting seperti logo dan tagline di bagian yang mudah terlihat. Peletakan paling umum adalah di bagian punggung atau dada kiri.
Baca Juga : PDH: Seragam Kerja Formal yang Harus Anda Miliki
4. Tentukan Model Seragam Kerja
Model seragam kerja harus mendukung tugas harian karyawan. Selain itu, modelnya harus didesain sebaik mungkin, agar pemakainya merasa percaya diri.
Misalnya, untuk seragam kantor, Anda bisa memilih kemeja formal dengan potongan regular fit atau slim fit yang nyaman. Perhatikan juga elemen pendukung lainnya seperti model kancing, saku, kerah dan lengan.
5. Lakukan Fitting
Karena setiap karyawan memiliki ukuran tubuh berbeda, maka Anda perlu melakukan fitting. Kumpulkan data ukuran dari semua karyawan! Hindari memesan kemeja dengan ukuran all size karena bisa terlihat longgar di tubuh kurus, atau terlalu ketat di tubuh yang berisi. Selain itu, ukuran baju yang tidak fit juga bisa mengurangi rasa percaya diri pemakainya.
6. Pertimbangkan Efisiensi dan Anggaran
Seragam kerja juga perlu memperhatikan efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan vendor mengenai kebutuhan spesifik perusahaan dan batasan anggaran yang Anda miliki!
Baca Juga : Tips Jitu Memilih Konveksi Seragam Kerja yang Berkualitas
7. Libatkan Karyawan
Karyawan adalah orang yang akan mengenakan seragam tersebut setiap hari. Mereka paling tahu persis kebutuhan seragam berdasarkan pekerjaan mereka. Misalnya, apakah mereka butuh banyak saku, harus mudah bergerak, atau ingin terlihat lebih modis. Jadi, sebaiknya libatkan perwakilan karyawan dalam pemilihan bahan atau desain!
Tips Tambahan untuk Proses Pemesanan
Proses pembuatan seragam kerja biasanya memakan waktu beberapa minggu, tergantung jumlah pesanan dan antrean vendor. Jadi, sebaiknya pesanlah jauh-jauh hari, agar seragam tersebut bisa Anda kenakan tepat di awal tahun.

Selain itu, pilihlah vendor yang bisa memberikan jaminan kualitas dan produksi yang tepat waktu, seperti Boogie Apparel. Kami siap membantu Anda mulai dari tahap awal dalam panduan ini, dan bisa memastikan seragam baru Anda dapat digunakan tepat waktu. Hubungi tim Boogie sekarang untuk konsultasi awal!










